Kinclongin Masjid Kita, Biar Allah Kinclongin Hidup Kita
"DUTA MASJID KINCLONG "
Masjid Nurul Iman
Tak banyak yang tahu tentang Hengki
Setahun lalu, ia hanya seorang remaja biasa. Pendiam. Tak banyak bicara. Tapi diam-diam, ia mencintai masjid dengan sangat mendalam.
Setiap hari, ia menyapu, mengepel, membersihkan tempat wudhu, merapikan sandal—tanpa pernah diminta. Masjid menjadi tempatnya bertumbuh, berteduh, bahkan belajar dewasa.
Di usia yg masih muda beliau memilih menjadi marbot, membersihkan rumah Allah.
Dan dari sekian banyak anak muda di Pasangkayu, Hengki terpilih menjadi *Duta Masjid Kinclong*. Bukan karena pidato, bukan karena pencitraan—tapi karena ketulusan yang ia rawat diam-diam di setiap sudut masjid.
Beberapa hari lalu, ayah Hengki meninggal dunia. Tapi semua yang hadir melihat... *wajah sang ayah begitu tenang. Bahkan tersenyum*.
Mungkin karena ia tahu… anaknya telah tumbuh menjadi anak yang shalih. *Anak yang cinta masjid*. Dan ia berhasil — meski dalam diam — mengantarkan satu amanah kehidupan, pulang dengan indah.
Lanjutkan Nonton Video